Peta

Mengajarkanku membaca dunia

Japan

Negara dengan segala budayanya yang memikat mata,

Francais

Eropa yang penuh pesona, Prancis adalah salah satunya.

London

Pesona lain dari Eropa, kerajaan yang tak pernah tertidur..

Barcelona

Bukan hanya sebuah kota yang penuh cerita, namun menyimpan kekuatan didalamnya,

Showing posts with label CERITA. Show all posts
Showing posts with label CERITA. Show all posts

Saturday, April 27, 2013

Habis gelap terbitlah gelap

Kakiku lemas, pinggangku sakit. Namun nyatanya aku sudah sampai di sebuah bookstore. Kejadian beberapa tahun yang lalu kembali terulang di masa kini. Entah tawa, entah takut, entah tolol, entah apa namanya.

Sudah biasa rasanya jikalau duduk di kelas 3 SMA membuatku lebih banyak berkegiatan dibanding biasanya. Sudah biasa rasanya membangkui bangkuku sebelum pukul 06:00, sudah biasa rasanya mengudap sarapan jam 10:00, sudah biasa rasanya mengunjungi bimbingan sepulang sekolah sampai jam 16:00. Dan lebih parahnya sudah biasa membolak-balik beratus-ratus lembaran buku. Bahkan beberapa kali mencari yang namanya X, yang notabene nggak pernah kemana-mana.

Alhasil penat penut cenat cenut badan ini rasanya, kasur kosan emang nggak seberapa nyaman  buat menghapuskan kehadiran penat penut ini makanya aku lebih mencari kenyamanan yang lain. Berkutat dengan angka nyatanya lebih membuatku nyaman, berkutat dengan ilmu matematika kata orang. Namun nyatanya sore itu ada hal yang membuatku gundah, hingga aku menunda perdebatanku dengan angka. Betapa gelap kamarku, sungguh ironis memang. Hal ini tentu saja membuatku harus rela meninggalkan bangku dan menegakkan badan, berjalan sekitar 800-an milimeter dan menjangkau colokan lampu. Maklum, di kamar untuk menghidupkan lampu tidak cukup hanya menekan saklar.

Kakiku lemas, Entah ingin tertawa, entah ketakutan, entah ketololan, entah apa namanya. Aku diam saja dalam kepanikan orang-orang dibawah sana. Jadi sebenarnya yang terjadi sebelum kelemasan kaki adalah :
Aku penasaran pada kabel colokan yang putus, yah ceritanya sih udah kek orang profesional gitu aku-nya. Kabel itu aku pegang sedemikan rupa sehingga jadilah kabel itu tersambung. Tentu saja aku bangga, dan karena segera ingin berdebat dengan sang angka aku segera mengembalikan kabel pada posisi semula, menyatu dengan stop kontak. Tak dinyana kabel menolak untuk bersatu hingga ujungnya yang berupa colokan huruf U terlempar disertai suara ledakan dan bau kabel terbakar. Jadilah seisi kosan jadi tambah gelap. Untung sangat beruntung ndak ada yang tahu bahwa dalang dari habis gelap terbitlah gelap itu adalah aku. Jadi ternyata aku ini sering melihat ayahku menyambung kabel, sumpah simpel banget cuman dipelintir aja tuh kabel terus jadi deh. Namun teoriku langsung runtuh hari itu juga.

Namun usut punya usut sebenarnya ada yang mengetahui kejadian itu. Ternyata di TKP pada waktu itu ada seseorang yang sedang berebah badan di kasur. Dan dia baru bercerita kepadaku setelah sekian waktu. Berpura-pura diam dan menahan tawa itu susah lama katanya sambil terus menertawa. 

Dan entah apa, sebelum aku pergi ke bookstore kejadian itu terulang lagi di kosanku pas udah kuliah. Jadi seisi kosan langsung pada menggelap karena emang udah gelap sebelumnya. Untungnya kali ini ketololanku tak ikut andil, cuman kecelakaan kecil aja.

Thursday, November 8, 2012

LAMBAT SO WHAT ?


Tentu kita pernah mendengar cerita kura kura dan kelinci.Siapa yang menduga kura-kura yang jalannya lambat bisa mengalahkan kelinci yang larinya lebih cepat dalam sebuah perlombaan lari.
Suatu ketika aku pulang dari jogja ke rumah dengan mengendarai sepeda motor.Pada waktu itu sudah sore,berbarengan dengan orang yang pada pulang kantor.Jalanan macet,semua berebut ingin cepat sampai rumah.Yah semua memang sudah penat,seharian bergulat dikantor,di pabrik,di manapun mereka bekerja.
Dengan kecepatan penuh mereka memacu kendaraan mereka.Alangkah ruginya mereka yang tidak memperhatikan berbagai pemandangan indah disekitar jalan jogja-solo hari itu.Aku memacu kendaraanku tidak terlalu cepat,menikmati langit senja disertai angin sepoi-sepoi.Dipinggir jalan seorang tua sedang mengayuh sepeda ontelnya yang sedikit oleng oleh angin terpaan kendaraan motor yang sedang berbalap ria menuju rumah masing-masing.Betapa lekangnya jaman,yang sampai-sampai tidak memperhatikan keletihan,keolengan,dan kerentaannya.
Disuatu pemberhentian lampu apil,sekelompok anak bergaya punk masih mondar mandir menyanyikan beberapa melodi demi segelintir uang. Dipemberhentian lampu apil berikutnya serombolan waria menyanyikan lagu ala waria,tersenyum,merayu.Betapa indahnya sore ini ditemani dendangan melodi jika mereka memperhatikannya.
Ketika kita melakukan sebuah perjalanan mungkin kita akan memilih  untuk cepat sampai tujuan,namun dengan demikian kita akan melewatkan banyak pelajaran berharga,pemandangan indah.Mungkin lambat tidaklah buruk,ketika kita berjalan lambat,setiap langkah akan kita perhatikan.Setiap adegan di dalam hidup ini akan terekam langkah demi langkah.Hingga kita belajar suatu hal yang berharga yang mungkin kita lewatkan ketika kita berjalan cepat.
Begitu pula ketika kita dalam proses belajar,bisa saja kita belajar dengan cepat.Namun kita juga harus ingat dengan belajar cepat akankah menjamin kita menguasai yang kita pelajari.Belajar adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu langkah demi langkah agar kita paham dan mengerti apa yang kita pelajari.Dengan berjalan lambat bukan berarti kita bermalas-malasan tapi kita berjalan langkah demi langkah dengan lebih memperhatikan langkah kita dan segala sesuatu disekitar kita.Karena belajar bukan Cuma dari buku yang bisa dikebut semalam untuk mendapat nilai A.Sekali lagi belajar adalah proses langkah demi langkah kita untuk mengerti memahami segala sesuatu di buku dan sekitar kita.
Selamat belajar,jangan terburu-buru dalam melangkah.Perhatikanlah setiap langkah demi langkah.